Selasa, 26 Mei 2015

Saritem Akan Ditutup Selamanya

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol menegaskan, kepolisian dan Pemkot Bandung akan melakukan berbagai upaya agar lokalisasi Saritem tak lagi menggeliat. (Fokusjabar.com)
Saritem, Kota Bandung (Foto: Web)
Saritem, Kota Bandung
(Foto: Web)
“Ini komitmen kami sama Wali Kota Bandung bahwa Saritem tidak akan dibuka lagi,” tegas Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa Kota Bandung, Rabu (27/5/2015).
Untuk mencegah aktivitas prostitusi dan menjaga keamanan, polisi akan mengawasi dan menjaga berbagai sudut di sana. Bahkan, polisi menyiagakan 150 pesonel setiap malam.
“Patroli akan dilakukan sampai persoalan Saritem selesai. Polisi akan menindak dan menangkap jika masih ditemukan ada rumah yang masih melakukan aktivitas prostitusi,” tegasnya.
Sebelumnya, warga Saritem yang bukan pekerja seks memerotes penutupan tempat-tempat prostisi. Protes dilakukan warga karena mata pencaharian mereka hilang. Kendati begitu, hukum harus ditegaskan, terlebih aktivitas prostitusi di Saritem jelas melanggar.
“Kalau nggak sekarang ditutup, mau kapan lagi?” tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana akan mengalihkan mata pencaharian warga Saritem dari ketergantunga pada bisnis prostitusi ke bisnis perdagangan barang jadi.
Pihaknya bahkan akan membuat pasar tematik di kawasan lokalisasi tersebut. Pasar itu nantinya akan digunakan warga untuk berjualan perhiasan. Dengan kata lain,warga dan mantan PSK diberi kesempatan berusaha di pasar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar